Just another WordPress site
Umum  

Macam-Macam Pasangan di Aksara Jawa

Dikala ini penguasa lagi beruntun buat membagikan pembelajaran yang fokus pada jiwa patriotisme serta tindakan cinta hendak adat. Bermacam usaha dicoba, salah satunya dengan memasukkan mata pelajaran yang menekuni aksara wilayah.

Berhubungan dengan itu, buat regional Jawa hingga pelajaran yang hendak diajarkan merupakan menekuni tulisan aksara Jawa.

Dengan cara komplit dalam sebagian postingan terakhir kita sudah mangulas bagian per bagian dalam kaidah penyusunan aksara Jawa.

Penafsiran Pendamping Aksara Jawa

Yang diartikan dengan‘ pendamping’ dalam aksara Jawa merupakan suatu ikon yang dipakai buat memadamkan ataupun melenyapkan graf bunyi dari aksara carakan ataupun bawah.

Berikutnya, sebab pada dasarnya aksara carakan ataupun nglegena memiliki bunyi inheren atau a atau ataupun atauɔ atau hingga kala diberi pendamping aksara carakan hendak jadi graf mati.

Berhubungan dengan perihal itu, bila aksara carakan jumlahnya 20, hingga jumlah pendampingnya pula terdapat 20, menjajaki tiap hurufnya.

Fungsi Pendamping Aksara Jawa

Guna dari aksara pendamping merupakan buat mengambil alih aksara Carakan bila aksara carakan itu terletak dibelakang aksara yang bertabiat sigeg( konsonan atau mati), yang cara perubahan konsonannya tidak disebabkan menemukan sandhangan sigeg pangkon.

Perbandingan Pemakaian Pendamping serta Pangkon

Pemakaian pendamping berlainan dengan sandhangan pangkon. Bunyi inheren dari masing- masing aksara bawah ataupun carakan sesungguhnya bisa dimatikan dengan pemakaian diakitrik pangkon.

Hendak namun, pangkon wajarnya tidak dipakai di tengah tutur ataupun perkataan. Alhasil buat menorehkan kaum tutur tertutup di tengah tutur serta perkataan, digunakanlah wujud pendamping.

Baca Juga :   Mengenal Keunikan Beo Kea dari Selandia Baru

Ilustrasi kedua, semacam dalam tutur‘ mangan nanas’. Graf N pada tutur mangan tidak bisa dimatikan dengan pangkon, sebab sedang terletak dalam satu perkataan. Seperti itu kenapa graf N dimatikan dengan berikan pendamping‘ Na’. Kala telah semacam ini, hingga otomatis graf N mati, serta kaum tutur Na dalam tutur nanas telah ditulis.

Posisi Penyusunan Pasangan

Tiap aksara carakan memiliki ikon pendamping yang berlainan. Bila terdapat 20 carakan, hingga pula terdapat 20 aksara pendamping. Simak penjelasan yang bersumber dari kompiwin.com dibawah ini!

  • Pendamping yang ditulis disamping aksara penting merupakan pendamping Ha, Sa, Pa, Nya.
  • Pendamping yang ditulis di bagian dasar merupakan Ca, Ra, Ka, Da, Ta, La, Dha, Ja, Betul, Ma, Ga, Ba, Tha, Nga.
  • Sebaliknya buat pendamping Na serta Wa, ditulis bergantung dengan aksara.
  • Pendamping yang wujudnya serupa dengan aksara carakannya merupakan Ra, Betul, Ga, Nga.

Penyusunan ikon pendamping haruslah pas serta betul, bagus dalam bidang ikon, posisi( atas, dasar ataupun bergantung) dan posisi dimana pendamping diletakkan dalam graf. Perihal ini sebab, bila salah penempatan dapat terjalin kekeliruan membaca dan mengartikannya.

Ketentuan Penyusunan Pendamping Aksara Jawa

Terdapat sebagian ketentuan yang wajib dipadati dalam penyusunan pendamping aksara Jawa, semacam hendak dipaparkan dalam keterangan selanjutnya ini.

  • Pendamping ditulis dari kiri ke kanan.
  • Pendamping dapat menemukan sandhangan swara( wulu, kaum, pepet, taling serta taling tarung).
  • Pendamping pula dapat menemukan sandhangan panyigeg wignyan, layar serta memirik.
  • Pendamping dipakai buat memadamkan graf di dalam tutur ataupun perkataan.
  • Sebaliknya buat memadamkan graf pada akhir perkataan, dipakai sandhangan panyigeg pangkon.